Namaku Fidiana Lestari biasa dipanggil fidiana. Aku lahir di malang, 13 juni 1995.
Aku sekarang Mahasiswi di Universitas Muhammadiyah Malang jurusan Ilmu Komunikasi.
Aku tu orangnya Cuuueekkk pake bgt, gampang marah, egois, keras kepala, n susah diatur.
Butt,,,, aku orangnya rajin n disiplin, apalagi masalah waktu, always ontime dechh,,,,
Nggak mau kalo sampe telatt dikitt aja,,
Aku tu orangnya suka bgt cari pengetahuan baru yang belum pernah aku dapatkan, suka kupas tuntas kalau emang hal itu menarik.
So,,, buat siapapun yang aq tanya sampe detail-detailnya atau tanya nya terus terusan jangan bete ya,,
Ya itulah aq,,
cukup itu aja ya sobat sekilas tentang aq.
Tampilkan postingan dengan label My Self. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Self. Tampilkan semua postingan
Aku dan Ilmu Komunikasi
Kenapa aku memilih kuliah di Universitas Muhammdiyah Malang..??
karena Umm merupakan satu-satunya kampus Swasta yang terakreditasi “A” dan internasional.
Umm adalah kampus yang mempunyai fasikitas lengkap yang dapat menunjang proses perkuliahan.
Tentunya Ikom juga mempunyai Akreditasi “A”.
Seneng banget bisa masuk umm di jurusan Ikom.
Karena aku ingin sekali mengembangkan minat dan bakatku di bidang jurnalis.
karna dari Smk aq sudah cinta dengan dunia jurnalis, dari itulah aku mempunyai pengalaman tentang jurnalis yang akhirnya menuntunku untuk memilih jurusan Ilmu komunikasi.
Suatu Perjalanan Kehidupan
Kumulai bait ini dengan lamunan
Mengenang hari-hari kemarin
Mengira hari-hari berikutnya
Mensyukuri akan hadirnya hari ini
Mengenang hari-hari kemarin
Mengira hari-hari berikutnya
Mensyukuri akan hadirnya hari ini

Fiuh .......
Kuhembuskan nafas yang teramat dalam
Seakan ini adalah nafas terakhirku
saat aku akan meraih sebuah keabadian
Kuhembuskan nafas yang teramat dalam
Seakan ini adalah nafas terakhirku
saat aku akan meraih sebuah keabadian
Tak ada yang abadi di dunia
Yang abadi hanyalah ketidakabadian
Waktu seakan tak mau sejenak beristirahat
Hanya ada aku yang masih terdiam dalam lamunan, disini
Yang abadi hanyalah ketidakabadian
Waktu seakan tak mau sejenak beristirahat
Hanya ada aku yang masih terdiam dalam lamunan, disini
Terang dan gelap
Suka dan Duka
Manis dan pahit
Semuanya datang dan pergi silih berganti
Suka dan Duka
Manis dan pahit
Semuanya datang dan pergi silih berganti
Mengapa tak selamanya kurasakan bahagia
Mengapa tak selamanya kurasakan hangat
Mengapa tak selamanya kurasakan sehat
dan Mengapa CINTA tak selamanya kurasakan
Mengapa tak selamanya kurasakan hangat
Mengapa tak selamanya kurasakan sehat
dan Mengapa CINTA tak selamanya kurasakan
Hidup seperti roda
Kadang di atas, kadang di bawah
Namun, seberapa lama roda itu di atas atau dibawah
Tergantung dari sang empu yang menggerakan
Kadang di atas, kadang di bawah
Namun, seberapa lama roda itu di atas atau dibawah
Tergantung dari sang empu yang menggerakan
Berlarilah meraih impian itu dengan sekuat tenaga
Tertawalah dengan sepenuh rasa selagi kau sempat
Karena akan tiba waktunya untuk jiwamu
Untuk beristirahat dalam keabadian
Tertawalah dengan sepenuh rasa selagi kau sempat
Karena akan tiba waktunya untuk jiwamu
Untuk beristirahat dalam keabadian
Tak Semudah yang Kukira
Semangat begitu membara saat memasuki dunia kuliah.
Bahagia rasanya. Tapi.....
Bahagia rasanya. Tapi.....
Semua tak semudah yang kubayangkan. Kini aku mulai merasakan begitu sulit nya menjalani awal masuk perguruan tinggi.
Memang, persiapan ku kurang karena aku tak begitu tahu tentang dunia perguruan tinggi.
Semoga dengan pengalaman ini aku bisa belajar dewasa.
Mampu menjalani semua yang telah ditakdirkan.
Semoga ini adalah awal yang baik untuk ku mengingat tlah berkali-kali aku gagal untuk masuk ke perguruan tinggi negeri.
semangat dan Positive thinking!!!!!
Dia Bukan Untuk Ku
![]() |
| Dia Bukan Untuk Ku |
Dia Bukan Untuk Ku ~ Awal masuk sekolah pasti ada MOS yaitu Masa Orientasi Siswa. Aku menginjak ke SMP, bersama teman-teman SD ku dulu aku berkumpul dan membicarakan tentang MOS. “Gadis…,” begitu teman-teman memanggilku. “teman-teman,” kataku menghampiri mereka. “kamu gugus mana?” tanya Vhe, temanku. “ini aku cari-cari namaku gak ketemu-ketemu,” kataku mengusap keringat yang membasahi wajahku. “ya udah kita cari sama-sama yuk,” ajak Ze, temenku. Kami bertiga mencari namaku yang semenjak tadi tak ketemu-ketemu. “Gadis, sini deh,” kata Ze memanggilku. “ada namaku?” tanyaku penasaran. “ini nih kita satu gugus, Gadis Grittenatha Gladia, Zeazahra Modhyantias, Vhealovin Jhuastian,” kata Ze membaca nama kita bertiga. “wah, hebat kau Ze. Dari tadi aku cari-cari gak ketemu,” kataku memuji Ze. “ya udah kita masuk yuk,” ajak Vhe.
Hari pertama MOS itu sangat membosankan bagiku. Apa lagi harus berpanas-panasan untuk upacara pembukaan MOS. Banyak korban pingsan di lapangan sekolah itu. Tenggorokanku mulai kering dan sungguh membuat kepalaku menjadi pusing. Tak lama, aku merasa sudah tak berdaya dan jatuh pingsan. Tak lama aku membuka kedua mataku dan ternyata aku berada di UKS sekolah. Bersama anggota PMR yang menjadi kakak kelasku waktu itu. Aku masih lemas untuk beranjak dari tempat tidur. Dua sahabatku datang menjengukku.
Hari pertama MOS itu sangat membosankan bagiku. Apa lagi harus berpanas-panasan untuk upacara pembukaan MOS. Banyak korban pingsan di lapangan sekolah itu. Tenggorokanku mulai kering dan sungguh membuat kepalaku menjadi pusing. Tak lama, aku merasa sudah tak berdaya dan jatuh pingsan. Tak lama aku membuka kedua mataku dan ternyata aku berada di UKS sekolah. Bersama anggota PMR yang menjadi kakak kelasku waktu itu. Aku masih lemas untuk beranjak dari tempat tidur. Dua sahabatku datang menjengukku.
Dan aku di tuntutnya untuk berjalan menuju kelas. Sampai di kelas aku menerima materi awal-awal perkenalan. Kutatap wajah seorang cowok yang berada di seberang mejaku saat itu. Sebelum materi di mulai, absensi siswa MOS saat itu di percepat. Berpasang-pasangan. Dan tak kusangka namaku dipangghl dan cowok yang berada di sampingku tadi juga maju dan ternyata dia bernama Arezaldhi Birasanjaya. Setelah tanda tangan kehadiran, kami kembali ke tempat duduk semula.
Materi pembelajaran untuk jam pertama sudah usai saatnya istirahat. Aku, Vhe, dan Ze menyergap kantin sekolah dan berdesak-desakan. Dan kulihat lagi cowok yang mempunyai nama Arezaldhi Birasanjaya sedang asyiknya ngobrol dengan teman barunya di depan kelas. Sepertinya aku merasakan yang namanya cinta pada pandangan pertama. Sudah 15 menit waktu untuk istirahat. Waktunya masuk kembali untuk bermain dan belajar.
MOS sudah berjalan tiga hari. Hari ini adalah hari terakhir MOS. Dengan aturan hari ini, aku memakai kaos kaki berbeda warna, dengan rambut yang di kucir sangat banyak reperti orang gila. Semua murid MOS mengikuti upacara penutupan MOS. Hari yang panas. Terasa seperti di panggang. Banyak korban pingsan di lapangan itu. Akhirnya upacara penutupan MOS dipercepat.
***
Hari ini adalah hari pertama aku masuk sekolah. Bisa bertemu banyak teman baru. Mereka semua baik kepadaku. Saat aku berkenalan dengan salah satu temanku yang bernama Algea Radista, mataku teralihkan oleh satu sosok yang mungkin pernah aku kenal. Saat ku tatap pekat wajahnya ternyata dialah Arezaldhi Birasanjaya. “Dia kan,” gumamku dalam hati. “halo?Kenapa melongo gitu Dis?” tanya Gea sambil melambai-lambaikan tanganya di depan wajahku. “emm,” aku tersentak olehnya. “kenapa?” tanya Gea penasaran. “oh, ga… gak pa… papa,” kataku gagap. Gea memandangiku dengan wajah bingung. Seperti otaknya penuh dengan tanda tanya. “Gadis…,” sapa Ze dan Vhe. “ehh kalian,” kataku memandang Ve dan Zhe. Vhe dan Ze tersenyum manis kepada Gea. “ini Gea,” kataku memperkenalkan. “aku Vhe,” kata Vhe memperkenalkan dirinya. “aku Ze,” kata Ze juga memperkenalkan dirinya. “so beautiful,” kata Vhe memuji kecantikan Gea. “thank you very much,” kata Gea menjawab pujian Vhe dengan malu.
Aku, Vhe, Ze, dan Gea sudah berteman sangat lama. Sudah lima bulan aku masuk di kelas 7 C. Bersama-sama dengan ketiga sahabatku itu. Tiba-tiba perbincanganku tersentak oleh sosok cowok yang memasuki kelasku. Dia…… Dia…… “Dis, kenapa melongo?” gertak Ze. “eemm, eh, eng… enggak papa,” kataku gugup. “kenapa sih?” tanya Gea. “iya, pelit banget gak mau ngasih tau,” tanya Vhe semakin mendesak. Mereka bertiga melihatku memandangi Arezaldhi sejak tadi. “oo, itu toh yang buat kamu melongo,” ucap Gea menggentakkan jantungku. “siapa, mana?” kataku bertanya-tanya dengan ragu. “itu tuh,” kata Gea menyenggol lenganku dan melirik Arezaldhi. “apaan?”. “sok gak tau nih,” gertak Gea lagi. Aku semakin salah tingkah dibuatnya. Sosok cowok itu pun pergi meninggalkan kelasku. “siapa emangnya?” tanya Vhe dan Ze bersamaan. “Arezaldhi,” kata Gea. “kamu suka ya Dis?” tanya Ze ingin tau. “sok tau kamu Ge,” kataku. “uhuui, jatoh ci’inta agi,” ledek Ze. “apaan sih kalian?” kataku meninggalkan mereka bertiga yang semakin meledekku.
Suatu hari acara ulang tahun sekolahku. Setiap kelas harus menampilkan minimal satu pementasan. Semua teman kelasku memilihku untuk menyanyi solo. Tapi aku seorang remaja yang demam panggung. Dan aku pun ditemani oleh Gea yang suaranya lumayan bagus walaupun nggak sebagus suaraku… hehehe J. Malam ulang tahun itu tiba yang memang bertepatan dengan hari ulang tahunku. “grogi aku Ge,” kataku sambil gemeteran. “enjoy saja Dis,” kata Gea memberiku semangat. “aku bener-bener demam panggung,” kataku dengan keringat dingin. “nanti ada Reza kan yang ngeliat?” ejek Gea. “jadi nama panggilanya Reza,” kataku sedikit tersenyum. “iya.” Hari yang membuatku di selimuti oleh kegerogian yang luar biasa. Karena aku dan Gea akan mewakili kelasku untuk memberikan penampilan yang terbaik.
Acara itu pun dimulai. Dimulai dari kelas 9 lalu dilanjutkan kelas 8 lalu menuju kelas 7. Penampilan yang begitu spektakuler telah ditampilkan dengan penuh semangat. Beribu-ribu tepuk tangan mengiri suasana tersebut. Tiba giliran kelas 7 C yang menampilkan aktrasinya. Jantungku semakin berdebar dengan kencang. Keringat bercucuran ke seluruh badan. Dengan genggaman erat tangan Gea aku dengan gugupnya menaiki panggung dan mengecek mikrofon. Tepuk tangan pun mulai terdengar. Seolah aku tak bisa membayangkan diriku nanti. Dentuman musik R&B mulai terdengar. Dalam hitungan detik syair lagu akan mulai dinyanyikan. Gea dengan semangat dan PD-nya menari-nari happy, sedangkan aku … ????
Keringat bercucuran dari tubuhku. Keringat dingin menyelimuti seluruh tubuhku. Dengan perasaan yang tak karuan aku mulai melantunkan lagu kesukaanku itu. Siswa-siswa bertepuk tangan lama kelamaan aku merasa semakin enjoy. Saat aku menyanyi, aku melihat Reza tersenyum kepadaku. Aku membalas senyumanya yang tak kalah manis hehe J. Lagu itu pun usai ku nyanyikan. Pertunjukan kurang dua kelas lagi. Ada yang dans, drama, nyanyi, pelawak, sampai dengan band.
Hari itu hari yang menyenangkan bagiku. Melihat ia tersenyum kepadaku membuatku semakin bersemangat. “Gadis,” sapa Ze. “Eh, Ze. Yang lain kemana?” kataku balik tanya. “tuh,” kata Ze menunjuk Vhe dan Gea. Vhe dan Gea melambaikan tanganya kepadaku dan Ze. Tiba-tiba Ze menarik tanganku meninggalkan tempat itu. “Gadis, Ze. Mau kemana?” tanya Gea. “bentar aja,” teriak Ze dari kejauhan. Gea mengajakku ke tempat yang sepi, dan Ze tampak serius memandangku. “apa kamu bener suka Reza?” tanya Ze menatap kedua mataku. Aku tidak tau harus berkata apa. Semua kebingunan merasuki otakku. Aku terdiam mematung. “iya,” kataku lirih.
“aku punya informasi tentang si Reza itu,” ungkap Ze. “info apa?” tanyaku kebingungan. “dia sudah mempunyai pacar,” kata Ze berbisik kepadaku. “kamu tau dari siapa?” tanyaku sedih. “kamu tau Viona Adelima kan?” kata Ze menguatkan. “ya.” “dialah pacarnya,” kata Ze. Aku sedikit ragu dan meneteskan air mata. “kenapa aku mencintai orang yang salah selama ini?” kataku menambah tangisanku. Isak tangisku terdengar oleh Vhe dan Gea. “kenapa dia?” tanya Vhe dan Gea. “kamu tidak salah mencintai dia tetapi kamu hanya belum beruntung mendapatkanya,” hibur Ze. Ze berbisik kepada Gea dan Vhe atas semua ini. “sudahlah Dis, kenapa harus menangis karena cinta?” hibur Gea. “hya, dia bukan sosok yang baik untuk kamu. Banyak cowok yang mau sama kamu di luar sana. Bahkan lebih baik dari Reza,” ungkap Vhe memberi semangat. Aku terharu dengan semuanya. Aku memeluk erat tubuh
Materi pembelajaran untuk jam pertama sudah usai saatnya istirahat. Aku, Vhe, dan Ze menyergap kantin sekolah dan berdesak-desakan. Dan kulihat lagi cowok yang mempunyai nama Arezaldhi Birasanjaya sedang asyiknya ngobrol dengan teman barunya di depan kelas. Sepertinya aku merasakan yang namanya cinta pada pandangan pertama. Sudah 15 menit waktu untuk istirahat. Waktunya masuk kembali untuk bermain dan belajar.
MOS sudah berjalan tiga hari. Hari ini adalah hari terakhir MOS. Dengan aturan hari ini, aku memakai kaos kaki berbeda warna, dengan rambut yang di kucir sangat banyak reperti orang gila. Semua murid MOS mengikuti upacara penutupan MOS. Hari yang panas. Terasa seperti di panggang. Banyak korban pingsan di lapangan itu. Akhirnya upacara penutupan MOS dipercepat.
***
Hari ini adalah hari pertama aku masuk sekolah. Bisa bertemu banyak teman baru. Mereka semua baik kepadaku. Saat aku berkenalan dengan salah satu temanku yang bernama Algea Radista, mataku teralihkan oleh satu sosok yang mungkin pernah aku kenal. Saat ku tatap pekat wajahnya ternyata dialah Arezaldhi Birasanjaya. “Dia kan,” gumamku dalam hati. “halo?Kenapa melongo gitu Dis?” tanya Gea sambil melambai-lambaikan tanganya di depan wajahku. “emm,” aku tersentak olehnya. “kenapa?” tanya Gea penasaran. “oh, ga… gak pa… papa,” kataku gagap. Gea memandangiku dengan wajah bingung. Seperti otaknya penuh dengan tanda tanya. “Gadis…,” sapa Ze dan Vhe. “ehh kalian,” kataku memandang Ve dan Zhe. Vhe dan Ze tersenyum manis kepada Gea. “ini Gea,” kataku memperkenalkan. “aku Vhe,” kata Vhe memperkenalkan dirinya. “aku Ze,” kata Ze juga memperkenalkan dirinya. “so beautiful,” kata Vhe memuji kecantikan Gea. “thank you very much,” kata Gea menjawab pujian Vhe dengan malu.
Aku, Vhe, Ze, dan Gea sudah berteman sangat lama. Sudah lima bulan aku masuk di kelas 7 C. Bersama-sama dengan ketiga sahabatku itu. Tiba-tiba perbincanganku tersentak oleh sosok cowok yang memasuki kelasku. Dia…… Dia…… “Dis, kenapa melongo?” gertak Ze. “eemm, eh, eng… enggak papa,” kataku gugup. “kenapa sih?” tanya Gea. “iya, pelit banget gak mau ngasih tau,” tanya Vhe semakin mendesak. Mereka bertiga melihatku memandangi Arezaldhi sejak tadi. “oo, itu toh yang buat kamu melongo,” ucap Gea menggentakkan jantungku. “siapa, mana?” kataku bertanya-tanya dengan ragu. “itu tuh,” kata Gea menyenggol lenganku dan melirik Arezaldhi. “apaan?”. “sok gak tau nih,” gertak Gea lagi. Aku semakin salah tingkah dibuatnya. Sosok cowok itu pun pergi meninggalkan kelasku. “siapa emangnya?” tanya Vhe dan Ze bersamaan. “Arezaldhi,” kata Gea. “kamu suka ya Dis?” tanya Ze ingin tau. “sok tau kamu Ge,” kataku. “uhuui, jatoh ci’inta agi,” ledek Ze. “apaan sih kalian?” kataku meninggalkan mereka bertiga yang semakin meledekku.
Suatu hari acara ulang tahun sekolahku. Setiap kelas harus menampilkan minimal satu pementasan. Semua teman kelasku memilihku untuk menyanyi solo. Tapi aku seorang remaja yang demam panggung. Dan aku pun ditemani oleh Gea yang suaranya lumayan bagus walaupun nggak sebagus suaraku… hehehe J. Malam ulang tahun itu tiba yang memang bertepatan dengan hari ulang tahunku. “grogi aku Ge,” kataku sambil gemeteran. “enjoy saja Dis,” kata Gea memberiku semangat. “aku bener-bener demam panggung,” kataku dengan keringat dingin. “nanti ada Reza kan yang ngeliat?” ejek Gea. “jadi nama panggilanya Reza,” kataku sedikit tersenyum. “iya.” Hari yang membuatku di selimuti oleh kegerogian yang luar biasa. Karena aku dan Gea akan mewakili kelasku untuk memberikan penampilan yang terbaik.
Acara itu pun dimulai. Dimulai dari kelas 9 lalu dilanjutkan kelas 8 lalu menuju kelas 7. Penampilan yang begitu spektakuler telah ditampilkan dengan penuh semangat. Beribu-ribu tepuk tangan mengiri suasana tersebut. Tiba giliran kelas 7 C yang menampilkan aktrasinya. Jantungku semakin berdebar dengan kencang. Keringat bercucuran ke seluruh badan. Dengan genggaman erat tangan Gea aku dengan gugupnya menaiki panggung dan mengecek mikrofon. Tepuk tangan pun mulai terdengar. Seolah aku tak bisa membayangkan diriku nanti. Dentuman musik R&B mulai terdengar. Dalam hitungan detik syair lagu akan mulai dinyanyikan. Gea dengan semangat dan PD-nya menari-nari happy, sedangkan aku … ????
Keringat bercucuran dari tubuhku. Keringat dingin menyelimuti seluruh tubuhku. Dengan perasaan yang tak karuan aku mulai melantunkan lagu kesukaanku itu. Siswa-siswa bertepuk tangan lama kelamaan aku merasa semakin enjoy. Saat aku menyanyi, aku melihat Reza tersenyum kepadaku. Aku membalas senyumanya yang tak kalah manis hehe J. Lagu itu pun usai ku nyanyikan. Pertunjukan kurang dua kelas lagi. Ada yang dans, drama, nyanyi, pelawak, sampai dengan band.
Hari itu hari yang menyenangkan bagiku. Melihat ia tersenyum kepadaku membuatku semakin bersemangat. “Gadis,” sapa Ze. “Eh, Ze. Yang lain kemana?” kataku balik tanya. “tuh,” kata Ze menunjuk Vhe dan Gea. Vhe dan Gea melambaikan tanganya kepadaku dan Ze. Tiba-tiba Ze menarik tanganku meninggalkan tempat itu. “Gadis, Ze. Mau kemana?” tanya Gea. “bentar aja,” teriak Ze dari kejauhan. Gea mengajakku ke tempat yang sepi, dan Ze tampak serius memandangku. “apa kamu bener suka Reza?” tanya Ze menatap kedua mataku. Aku tidak tau harus berkata apa. Semua kebingunan merasuki otakku. Aku terdiam mematung. “iya,” kataku lirih.
“aku punya informasi tentang si Reza itu,” ungkap Ze. “info apa?” tanyaku kebingungan. “dia sudah mempunyai pacar,” kata Ze berbisik kepadaku. “kamu tau dari siapa?” tanyaku sedih. “kamu tau Viona Adelima kan?” kata Ze menguatkan. “ya.” “dialah pacarnya,” kata Ze. Aku sedikit ragu dan meneteskan air mata. “kenapa aku mencintai orang yang salah selama ini?” kataku menambah tangisanku. Isak tangisku terdengar oleh Vhe dan Gea. “kenapa dia?” tanya Vhe dan Gea. “kamu tidak salah mencintai dia tetapi kamu hanya belum beruntung mendapatkanya,” hibur Ze. Ze berbisik kepada Gea dan Vhe atas semua ini. “sudahlah Dis, kenapa harus menangis karena cinta?” hibur Gea. “hya, dia bukan sosok yang baik untuk kamu. Banyak cowok yang mau sama kamu di luar sana. Bahkan lebih baik dari Reza,” ungkap Vhe memberi semangat. Aku terharu dengan semuanya. Aku memeluk erat tubuh
Alhamdulillah Juara 3 Awal yang Baik
Alhamdulillah Juara 3 Awal yang Baik - Aku bersyukur banget bisa setidaknya memberikan oleh-oleh buat adikku dengan hadiah ini. Hadiah untuk orag-orang yang terus mendukungku. Pengumuman yang membuatku deg-degan kemaren tanggak 23 Juni 2012 di Aula Sarwakirti UNIKAMA, akirnya memutuskanku untuk menjadi juara 3 di lomba optimasi blog di search engine itu.
Hiiii wuaahhhhh gag nyangka, seneng banget, gag percaya, yang awalnya blogku sempet ilang bisa kembali dihalaman awal... mungkin inilah rejeki. apapun itu aku ucap syukur kepada Alloh SWT. Atas hidayah-Nya aku dapat di urutan 3. semoga ini dapat menjadi motivasi ku untuk bisa mengikuti lomba sejenis yang lebih besar lagi.
Hadiahnya lumayan bagiku, bisa dibuat bayar daftar ulang. heee. semoga impianku selanjutnya bisa terwujud. Untuk kuliah dan meneruskan jurusan yang aku ambil sekarang yaitu TKJ.
Sekali lagi sku ucapin makasih buat kakak2 panitia HMPS TI Unikama, semoga sukses dan dapat terus berkarya. Amien.
:)
Menangpun Ada Waktunya
Menangpun Ada Waktunya - Kata Bapak ku, Menangpun akan ada Waktunya sendiri. Kata Beliau jika suatu saat nanti kamu ikut lomba, pasti akan merasakan yang namanya kekecewaan dan kemenangan. Banyak orang yang akan merasakan kekecewaan dan sedikit yang merasakan kemenangan. Hanya sedikit orang yang akan mampu menerima kekalahan dengan lapang dada dan berniat untuk menang berikutnya. Jadi dipikiranku ya, bapakku ini ngomong appa..?? (sok mikir). Apa maksut dari kata beliau baru aku rasakan yach kali ini. Ketika aku lomba dan hasilnya aku belum bisa maksimal.
Ketika beliau ngomong "Menangpun Ada Waktunya" ya aku iya iya ajjah, gag tau nanti mungkin akan tiba waktunya juga aku merasakan itu. Petuah beliau sungguh indah bagiku, mengajarkan bagian-bagian dari sisi lain kehidupan ini.
Banyak cerita yang mestinya engkau ceritakan lagi saat ini. Namun, .. . .
Yach inilah kehidupan, kemenangan bagiku adalah penghargaan atas sebuah karya kita, jika belum menang berarti pribadi kita memang belum pantas menang. Maka itu menang kata bapak ku Menangpun Ada Waktunya.
So, bagaimana dengan kalian..?? apakah sering bermain dengan kemenangan atau sebaliknya,..?? Apapun hasilnya kita wajib berusaha terus. Berdoa dan berusaha itu adalah inti dari semuanya dan hal terakhir yang paling penting dalam hidup ini adalah Ihtiyar Pasrah.
Selamat berkarya sista and brada.. You Are The Winner.
^_^
Karya Terakhir Ketika Tiba Waktunya
Karya Terakhir Ketika Tiba Waktunya - Karya terakhir ini adalah bukan bentuk kekalahan atau kelemehan kami, melainkan adalah kevakuman karena masih banyak hal yang harus diselesaikan, dari pada marah-marah di fb dan twitter mending diam dulu menenangkan otak yang mulai panas, menenangkan perasaan yang lagi galau juga.
Mungkin saat inilah waktunya aku mengakhiri kegiatan nge-blog ini, atau mungkin juga bukan hari ini, tetapi aku persiapkan jika memang ada hal yang harus dan menyebabkan aku berhenti berkarya disini. Tetep semangat buat yang nantinya masih bisa membaca tulisan ini, jangan pernah menyerah apapun kondisi kalian sista and brada dimana pun kalian berada.
Tulisan kita diblog adalah karya kita, buatlah sesuai imajinasimu untuk mencerminkan hidupmu, untuk memberitahu dunia tentang mu. Karya Terakhir Ketika Tiba Waktunya mungkin akan kita rasakan bersama-sama nantinya, entah kapan waktu itu akan datang menghampiri kita semua. Yang jelas jejak kita di dunia blogger ini adalah satu hal dimana kita menjalin kekeluargaan dan persahabatan walau tidak pernah saling ketemu dan bersapa langsung, namun sapaan dari komentar antum dan anti dapat mempererat silaturohmi kita semua dalam nge-blog.
Good Imajination and share your dream to World.
^_^
Ulang Tahunku yang ke-17 Fidiana
Ulang Tahunku yang ke-17 Rabu 13 Juni 2012 - Sweet seventine..
Ultah ku yang ke 17 tepat pada Sabtu, tanggal 13 juni 2012, seneng dechh rasanya walaupun gak dirayakan. Dan yang penting doanya aja dech sobat...
Ultah ku yang ke 17 tepat pada Sabtu, tanggal 13 juni 2012, seneng dechh rasanya walaupun gak dirayakan. Dan yang penting doanya aja dech sobat...
Meskipun tanpa kue dan perayaan tetep indah bgt hari ini karna semuax tak kan berarti tanpa adanya perubahan.. So, semoga dengan bertambahnya umurku, aku semakin sukses dan semoga saja bisa tambah berbakti ma ke-2 Ortu ku tercinta..
Dan tentunya doain aku tambah SMART and Sukses ea, hehehehehe.....
Hembzz meskipun ultah aku yang ke-17 tanpa kue dan perayaan tetapi tetep special banget buat aku, karena gak ngrasa banget sekarang aku udah dewasa dan sudah kelas 3 SMK di SMK Islam Donomulyo. Dan setahun lagi aku akan lulus terus kuliah. Amien.
Owh iya satu lagi harapanku di hari ultahku ini, karena sekarang aku lagi ikut Kontest SEO Blog walau tidak mendapat restu sepenuhnya dari sekolahan tapi aku tetep berusaha dan berharap dapat memberi nama baik buat sekolahku. Amien. HMPS TI Unikama dan kampus Multikultural aku akan berusaha untuk mencapaimu. hee lebay juga.
Hari ini adalah hari paling bahagia buat aku, hari dimana tepat 17 tahun yang lalu aku dilahirkan. Makasih ibu makasih ayah tanpa kalian aku tak akan pernah ada di dunia ini, makasih karena kalian telah merawat dan membesarkan aku sampai saat ini, Makasih karena telah mendukung aku, membiayai ku untuk sekolah.
Pengorbanan Kalian begitu besar buat ku..
I Love My Parents...
Dan makace buat semuanya..
Dan meskipun ultahku hari ini dalam keadaan Ujian tapi gak papa tetep semangat n happy lah tentunya..
Meskipun agak pusing ce mikirin ujian nya..
soalnya sulit" bgt..
huufttt pucing bgt dechhh...
Ok dechh..!!!!
Cukup sekian ea cuplikan tentang ultah ku hari ini..
I Love My Parents...
Dan makace buat semuanya..
Dan meskipun ultahku hari ini dalam keadaan Ujian tapi gak papa tetep semangat n happy lah tentunya..
Meskipun agak pusing ce mikirin ujian nya..
soalnya sulit" bgt..
huufttt pucing bgt dechhh...
Ok dechh..!!!!
Cukup sekian ea cuplikan tentang ultah ku hari ini..
Semoga mulai hari ini dengan bertambahnya umurku, aku semakin dewasa, smart dan tentunya sukses di Masa Depan...
#Thank For you All...!!!!!!
Dukung saya di Contest Blog " HMPS TI Unikama dan Kampus Multikultural " dengan memberi komentar di artikel saya, thanks.
Penyiar Radio SKIMO FM SMEKID
HMPS TI Unikama dan Kampus Multikultural lomba blog yang saya ikuti sekarang, tapi gag ada hubugannya ce sama yang akan aku bahas kali ini. Oke lanjut saja ke Intinya. Aku adalah salah satu Penyiar Radio SKIMO FM SMEKID yang belajar untuk bisa ngomong didepan microphone agar nantinya aku berani jadi orang yang berani ngomong didepan orang banyak. Pilihan menjadi seorang Penyiar Radio SKIMO FM SMEKID bermula ketika aku mulai masuk di bangku SMK yaitu di SMK Islam Donomulyo Malang. Waktu itu memang lagi boomingnya menjadi penyiar di Radio SKIMO FM di sekolahku, yach untuk masuknya saja juga tidak mudah karena ada berbagai test dan Audisi terlebih dahulu.
Dengan pembimbing Bapak Delis dan Bapak Cucun Pramono yang manjadi dewan juri dan ditemani kakak-kakak penyiar senior di SKIMO lantas aku mencoba mengetes ilmu ku, hee kesannya biar sangar. Audisipun aku ikuti dan serentetan pertanyaan wawancara dan juga mencoba siaran dengan di tonton banyak siswa lainnya, apakah gag malu..?? jangan dibilang aku PD pooll, malunya ya banget, karena memang ini kali pertama aku mencoba ikut Audisi menjadi Penyiar Radio khususnya di SKIMO FM SMEKID Donomulyo.
Niat insun saja yang aku pegang, usaha gag akan ada yang rugi, akhirnya pun Audisi dimulai dan harus antri untuk dipanggil, sampai jenuh juga menunggu panggilan namun akhirnya tiba juga aku dipanggil, dan akupun mengikuti Serangkain test.
Akhirnya pun tiba pengumuman penerimaan Anggota baru Penyiar Radio SKIMO FM SMEKID, syukur Alhamdulillah, berkat dukungan dan doa orang tua Akupun dapat diberi kesempatan untuk menjadi seorang Penyiar Radio di SKIMO FM SMEKID.
Hingga saat ini pun aku masih menjadi Penyiar Radio SKIMO FM SMEKID.
Dengan pembimbing Bapak Delis dan Bapak Cucun Pramono yang manjadi dewan juri dan ditemani kakak-kakak penyiar senior di SKIMO lantas aku mencoba mengetes ilmu ku, hee kesannya biar sangar. Audisipun aku ikuti dan serentetan pertanyaan wawancara dan juga mencoba siaran dengan di tonton banyak siswa lainnya, apakah gag malu..?? jangan dibilang aku PD pooll, malunya ya banget, karena memang ini kali pertama aku mencoba ikut Audisi menjadi Penyiar Radio khususnya di SKIMO FM SMEKID Donomulyo.
Niat insun saja yang aku pegang, usaha gag akan ada yang rugi, akhirnya pun Audisi dimulai dan harus antri untuk dipanggil, sampai jenuh juga menunggu panggilan namun akhirnya tiba juga aku dipanggil, dan akupun mengikuti Serangkain test.
Akhirnya pun tiba pengumuman penerimaan Anggota baru Penyiar Radio SKIMO FM SMEKID, syukur Alhamdulillah, berkat dukungan dan doa orang tua Akupun dapat diberi kesempatan untuk menjadi seorang Penyiar Radio di SKIMO FM SMEKID.
Hingga saat ini pun aku masih menjadi Penyiar Radio SKIMO FM SMEKID.
Impian Kuliah di Universitas Brawijaya (UB) Malang
Diposting oleh
Filest Blog
Label:
My Self,
Pendidikan
/
Comments: (2)
![]() |
| Universitas Brawijaya Malang |
Impian Kuliah di Universitas Brawijaya (UB) Malang - Seumuranku tentunya sangat membutuhkan pendidikan yang banyak apalagi sekarang aku sudah menginjak kelas 3 (sebentar lagi hee..). Impianku untuk kuliah nantinya di UB memang seperti mimpi yang tidak pernah akan bisa terwujud, namun aku tidak boleh mendahului kehendak Alloh SWT. Brawijaya UB Malang adalah Kampus terfavorit di Malang, sekolah elit yang tentu bayaran untuk kuliahnya juga selangit.
Keluarga yang pas-pasan dari segi Ekonomi tetap tak menyurutkan semangatku untuk tetap bermimpi dan berjuang untuk mewujudkan impianku, Aku + Alloh = cukup (nyontek kata pak Mario Teguh). Kegiatanku sekarang selain sekolah seperti biasanya juga ikut extra jadi penyiar Radio di SMEKID (SKIMO FM).
Kembali lagi ke Impian Kuliah di Universitas Brawijaya (UB) Malang, satu tahun lagi aku akan tahu jawaban doa-doaku apakah akan terwujud ataukah hanya akan tetap menjadi sebuah mimpi indah. Dan bagi kalian yang bisa masuk UB, jangan sia,siakan kesempatan kalian kuliah disana, karena banyak orang-orang sepertiku yang bahkan lebih tak mampu dari aku tidak bisa Kuliah di Universitas Brawijaya (UB) Malang.
Sekarang yang harus aku lakukan hanyalah belajar, berdoa dan berjuang untuk mewujudkan Impianku Kuliah di Universitas Brawijaya (UB) Malang.
Fidiana Lestari Blog
Fidiana Lestari Blog, kesederhanaan untuk menciptakan persahabatan di blogger. Fidiana Lestari Blog, adalah blogku yang ke-2 setelah Fidiana Vievy. Ini saya buat sebenarnya untuk mengikuti acara contest SEO blog yang dilaksanakan oleh HMPS TI Unikama 2012. Karena untuk pesertanya adalah siswa-siswi SMK/SMA/MA dan SMP/MTs seluruh Jawa Timur.
Iya siapa tau aja ini nanti bisa menang dan bisa buat nama sekolahan ku jadi bisa sedikit terkenal minimal di Malang. Sekarang, saya harus terus berusaha agar SERP Blog ini bisa langsung mennajak diatas pada Google.
Iya dari bantuan mastah-mastah dan sering-sering Blog Walking pasti nantinya blog ini juga akan dapat meluncur dan meroket. Amien.
Sekian, Fidiana Lestari Blog berbagi untuk membagi ilmu dan kebersamaan.










